Jumat, 06 Desember 2013

Tips Mudah Mencari Kekhusukan Sholat Lima Waktu

0 komentar
Assalamualaikum.

**Sekedar mengingatkan kembali kepada pribadi saya**

Pada kesempatan kali ini saya mencoba memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana cara memperoleh rasa khusyuk dalam menjalankan kegiatan ibadah sehari-hari terutama sholat lima waktu. Memang sudah banyak sekali buku-buku yang memberikan penjelasan tentang mencari kekhusyukan terutama dalam hal sholat lima waktu. Namun setelah saya membaca beberapa buku tersebut rasanya sulit di lakukan sebagian orang, misalnya dalam mencapai rasa khusyuk dalam sholat haruslah begini dan begitu. Bahkan saya pernah mendengar adanya "Pelatihan Sholat Khusuk

Disini saya mencoba memberikan gambaran yang sangat sederhana, kenapa rasa khusyuk itu sangat sulit dilakukan oleh kita? Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya jika anda (terutama yang sudah bekeluarga) saya ajak bernostalgia dan mengenang masa lalu yang sangat romantis. Untuk yang masih jomblo saya ajak bernostalgia dengan pacar anda saat ini. 

Kemudian saya akan mengajukan pertanyaan kepada anda seperti ini : Pertanyaan A

1. Masih ingatkah "pertama kali" anda pacaran?
2.Masih ingatkah "pertama kali" mengajak pacar / istri anda? misal: makan malam, nonton bioskop lalu mengucapkan "I LOVE YOU" kepada pacar / istri anda sekarang ? 
3. Masih ingatkah "pertama kali" anda ketika mencium pasangan / istri anda saat itu ? 

Jawaban diatas saya kasih nilai  :   90% ingat !!!

Jika kita mau jujur, rasanya pacaran yang pernah anda lakukan seolah-olah baru kemarin atau beberapa hari yang lalu. Semua serba indah dan romantis, rasanya ingin kembali mengulang peristiwa tersebut. Betul..???

Nah, berikutnya pertanyaan yang sedikit serius: Pertanyaan B

1. Masih ingatkah anda "pertama kali" melakukan sholat dengan khusuk?

Jawaban diatas saya kasih nilai  :  < 65% agak ingat !!! (antara ingat dan ndak ingat) heeee .....

Jawaban A dan B diatas rasanya sangat jauh perbedaannya, jika kita jujur kenapa bisa terjadi perbedaan yang sangat jauh? padahal peristiwa A dan B tersebut sama-sama terjadi sekian tahun yang lalu. Hal ini yang pernah saya renungkan, karena hal ini sangat istimewa menurut saya pribadi. 

Ok ... berikut penjelasannya.

Ketika kita berpacaran, bermesraan dan mencium kekasih/istri anda, yang yang mengalir dalam jiwa anda adalah "HATI DAN PERASAAN ANDA SAAT ITU". Hati dan pikiran anda berjalan selaras dan seimbang, apapun yang terjadi di sekeliling anda abaikan. Tanpa anda sadari saat itu anda membuka semua hijab-hijab yang menutup hati dan pikiran anda. Jika anda hanya memainkan salah satu faktor misalkan hati saja, maka anda merasakan hambar tanpa melibatkan perasaan. Begitu pula sebaliknya, peristiwa itu akan terasa tidak romantis jika tanpa hati.

Disamping itu ada faktor lain yang mendukung, yaitu komunikasi dengan bahasa serta tutur kata yang manis dan lembut. Semua tersusun dengan rapi, antara hati, perasaan dan ucapan. Semua itu seirama dalam memainkan peranan dalam menjalin cinta kasih.

Kemudian apakah hal tersebut kita lakukan ketika mengahadap Allah, terlebih dalam sholat lima waktu ? Apakah perasaan, hati dan lisan kita seirama juga? Kita bukan sekedar bermesraan seperti dengan kekasih/istri kita, bahkan disini kita memohon dan menyerahkan jiwa raga kepada Nya. 


  • 1. Apakah kita memahami, apa yang sedang kita baca ketika kita sujud dan ruku kepada Nya?
  • 2. Apakah kita memainkan perasaan kita, ketika kalimat "Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil ‘aalamiin" (sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk ALLAH, Tuhan seluruh alam)" kita baca ? 
  • 3. Apakah hati kita merasakan kehadiran Nya saat kita sholat ? 
Saya tergelitik dengan sikap saya sendiri : Sholat adalah permohonan saya pribadi secara langsung kepada Allah, tetapi  saya justru ndak paham, ndak mudeng dengan apa yang saya baca ketika sholat. Kan lucu ...?? Lantas 15 menit berikutnya setelah melaksanakan sholat, saya sudah ndak ingat Allah lagi, sudah terbuai dengan kemegahan duniawi. Padahal masih 15 menit yang lalu saya berbicara langsung dengan Allah.... Parah !!! 
Jika hati dan perasaan tidak seirama, bahkan apa yang di bacapun kita tidak memahaminya juga, apakah kita akan merasakan khusyuk dalam sholat ? apakah kita menemukan ketenangan bathin? Terlebih apakah kita merasakan kedekatannya dengan Nya? Padahal Allah sangat dekat dengan kita.

Demikianlah sedikit renungan saya di dalam mencari kekhusukan dalam sholat. Jika dalam bermesraan dengan pasangan/istri, kita menemukan rasa romantis dan menyenangkan, kenapa dalam bermesraan dengan Allah justru terkesan hampa....? Semoga lewat catatan kecilku ini saya khususnya, dan teman-teman semua akan lebih memahami apa arti sholat itu sendiri. Bukan sekedar melakukan ritual, bukan sekedar melakukan perintah Nya saja melainkan kita diwajibkan menyerahkan jiwa dan raga demi menuju Surga Nya. Amin

Semoga bermanfaat
Read more ►

Minggu, 17 November 2013

Motivasi Itu Mudah

0 komentar

Motivasi itu mudah, bila kita mau membuka diri
Kesulitan terbesar adalah ketika kita menutup diri

Motivasi itu mudah, bila kita mau belajar
Sayangnya pendidikan kita yang tinggi membuat ego kita tidak mau berkompromi dengan ilmu baru

Motivasi itu mudah, bila kita tahu cara menjalankannya
Kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa diri kitalah yang menentukan tindakan kita menuju arah kesuksesan

Motivasi itu mudah, bila kita mau konsisten
Terlalu banyak godaan membuat kita tidak konsisten dalam bertindak

Motivasi itu mudah, bila kita memiliki lingkungan yang tepat
Memilih teman dalam kesuksesan hidup, sebab teman sejati adalah teman yang selalu mendorong temannya untuk berbuat lebih besar dari sekedar kemampuannya

Motivasi itu mudah, bila kita sadar
Sadarlah sobat tidak ada yang sulit, selama kita memiliki keyakinan yang kuat mencapai semua mimpi

Salam Inspirasi


Irawan Senda
Read more ►

Kamis, 14 November 2013

3 Tips Mudah Kalahkan Kemalasan

0 komentar
3 Tips mudah kalahkan kemalasan | Hajsmy Blog
 
Ternyata diantara kita masih ada yang terinfeksi “ penyakit “ malas, sejatinya ini adalah suatu kebiasaan saja karena kita suka sekali menunda sesuatu akhirnya lama – lama menjadi suatu penyakit malas, malas menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, malas menyiapkan alat kantor, malas berolah raga, namun yang belum terdengar itu malas makan setiap hari….hehehe….

Kemalasan memang suka datang menyerang namun kalau diikuti terus – terusan kita akan mengalami kesusahan sendiri yang pada akhirnya membuat segalanya jadi berantakan.

Lalu bagaimana caranya supaya kita terhindar dari kemalasan ?
Saya mencoba merangkum sekian banyak tips yang ada menjadi tiga saja, ini dilakukan supaya mudah dalam mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.

Jangan katakan “ Kapan Selesainya “ Tapi katakanlah “ Saya Mulai Sekarang “
Mulai sekarang anda harus mengatakan “ Saya Mulai Sekarang “ jangan sekali – kali mengunakan kata “ Kapan Selesainya “ lalu apakah bedanya ?

Saya coba jelaskan sedikit disini, bila kita menggunakan kata “ Kapan Selesainya “ itu artinya kita belum melakukan apa –apa tetapi kita sudah memikirkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut. Dan hal yang paling sering terjadi adalah timbulnya fikiran dalam perjalanan menyelesaikan kegiatan tersebut bakal menemui kesusahan atau hambatan. Disini otak kita secara tidak langsung diminta untuk membayangkan hal yang tidak – tidak atau bahkan tidak akan terjadi sama sekali.

Nah berbeda jika kita gunakan kata “ Saya Mulai Sekarang “ artinya kita memberikan suges positif berupa semangat untuk menyelesaikan kegiatan tanpa berfikir berapa lama waktu untuk pengerjaannya dan kita akan menikmati apa yang terjadi selama kita melakukan kegiatan tersebut.

Ganti kamus kata “Saya Ingin” dengan “Saya Harus”
Bila kita menggunakan kata “ Saya Ingin “ artinya kita akan melaksanakan tugas sesuai dengan apa yang kita inginkan yakni : Ringan, Tidak beresiko, Mudah dikerjakan, Hasilnya banyak. Ini berarti kita tidak akan memilih tugas yang tidak memenuhi criteria diatas atau bahkan cenderung untuk menghindarinya. Sementara tugas tidak akan selalu seperti yang kita inginkan bukan ?.

Berbeda jika anda katakan “ Saya harus “ ini berarti anda akan termasuk orang yang siap melaksanakan tugas dalam kondisi apapun, dan ini juga akan membawa anda untuk menjadi manusia tangguh.

Bukan seorang manusia yang sempurna
Betapapun kita sudah rajin dan patuh serta melaksanakan tugas kita, namun sebagai manusia kita harus sadar bahwa kita tidak sempurna, kita hanya bisa untuk berusaha mendekati kata sempurna tersebut.

Begitupun dalam hasil pelaksanaan tugas, ada kalanya penilaian atasan tidak sebanding dengan apa yang kita sudah lakukan. Bila ini terjadi janganlah anda berkecil hati, anggaplah itu sebagai koreksi untuk anda perbaiki dalam usaha menuju kesempurnaan.

Read more: http://www.hajsmy.us/2011/09/3-tips-mudah-kalahkan-kemalasan.html
Read more ►
 

Copyright © Blogger Aktif Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger